Stafsus Menag : Jaga Kerukunan Dan Bangun Papua

oleh -63 views
Stafsus Menag Gugun Gumilar di Pulau Mansinam, Papua. (Tangkapan Layar)

BeritaObserver.Com, Manokwari—Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar menapaki jejak sejarah masuknya Injil pertama kali di Tanah Papua saat berkunjung ke Pulau Mansinam, Manokwari, Papua Barat, Minggu (22/6/2026).

“Di Pulau Mansinam, Manokwari, Papua Barat, saya menapak jejak sejarah masuknya Injil pertama kali di Tanah Papua pada 5 Februari 1855 oleh dua misionaris asal Jerman, Carl Wilhelm Otto dan Johan Gottlob Geissler,”kata Gugun dikutip, Senin (22/6).

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka Pesparawi. Bagi Gugun, Pesparawi bukan sekadar ajang paduan suara gerejawi. Melainkan ruang perjumpaan, persaudaraan, dan perwujudan harmoni dalam keberagaman.

“Dari berbagai daerah, kita dipersatukan oleh semangat pelayanan, kebersamaan, dan cinta kepada Indonesia,” ujarnya.

Gugun menyebut Pulau Mansinam mengajarkan bahwa peradaban besar dibangun dari nilai-nilai luhur yakni iman, kasih, toleransi, dan pengharapan.

Karena itu, ia menegaskan Papua bukan hanya soal masa lalu yang bersejarah, tetapi juga masa depan yang harus dibangun bersama.

“Karena itu, Papua bukan hanya tentang masa lalu yang bersejarah, tetapi juga tentang masa depan yang harus dibangun bersama,” kata Gugun.

Papua adalah kita dalam kesempatan itu, Gugun menyampaikan tiga penegasan tentang Papua. Yakni ‘Papua adalah kita. Papua adalah peradaban. Papua adalah harapan.

Ia mengajak seluruh pihak merawat kerukunan dan menghormati keberagaman.

“Mari terus merawat kerukunan, menghormati keberagaman, dan bergandengan tangan membangun Papua yang maju, damai, dan sejahtera,” ujar Gugun.

Menurutnya, dari ujung timur Indonesia, komitmen kemajuan Papua adalah bagian dari kemajuan Indonesia.

“Dari ujung timur Indonesia, kita meneguhkan komitmen bahwa kemajuan Papua adalah bagian dari kemajuan Indonesia,”tukasnya

Gugun menutup pernyataannya dengan salam damai dari tanah bersejarah tersebut. “Salam damai dari Mansinam, tanah bersejarah yang terus menginspirasi persatuan dan harapan,” tutupnya. (Ainur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *