BeritaObserver.com, Jakarta – Di balik dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menjangkau ribuan sekolah, ada nama perempuan yang perlahan naik ke panggung utama. Nanik S. Deyang, yang sebelumnya setia mendampingi sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, kini dipercaya Presiden Prabowo Subianto duduk di kursi tertinggi BGN.
Penunjukan Nanik S Deyang yang mantan jurnalis pada bukan sekadar pergantian jabatan. Tapi juga bukti bahwa konsistensi kerja senyap dan penguasaan data bisa mengantar seseorang ke posisi strategis negara.
Sejak BGN dibentuk untuk menjalankan program prioritas MBG, Nanik sudah ada di garis depan. Sebagai Wakil Kepala, ia termasuk tim yang merancang menu, menyusun standar gizi, hingga mengawal operasional dapur agar makanan sampai ke siswa, balita, ibu hamil dan menyusui tepat waktu.
Pengalaman itu membuat eks Timses Prabowo di Pemilu 2019 itu paham betul lika-liku di lapangan. Mulai dari rantai pasok bahan baku, manajemen SPPG, sampai evaluasi kualitas gizi harian. Kini, tanggung jawab itu berlipat. Ia bukan lagi pendamping, tapi nahkoda yang menentukan arah BGN ke depan.
Tantangan Besar: Jaga Kualitas & Kecepatan Ekspansi
Misi MBG jelas yakni beri makan sehat untuk generasi Indonesia. Tapi tantangannya tidak ringan.
Ekspansi harus cepat, kualitas gizi harus konsisten, anggaran harus efisien, dan pengawasan harus ketat.
Di sinilah publik menaruh harapan pada Nanik. Dengan latar belakangnya yang sudah “hafal” dapur BGN, ia diharapkan bisa menjaga ritme kerja cepat tanpa mengorbankan mutu. Terlebih era digital menuntut komunikasi yang minim drama tapi maksimal data, seperti yang belakangan jadi sorotan Istana.
Penunjukan Nanik juga memberi warna baru yakni kepemimpinan perempuan di badan negara yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup anak-anak.
Langkahnya naik Nanik dari Wakil ke Kepala sudah jadi sinyal kuat. Bahwa kerja senyap, fokus pada substansi, dan loyal pada program bisa berbuah kepercayaan negara.
Seperti kata Presiden Prabowo saat meluncurkan MBG: “Kesehatan anak adalah investasi bangsa”.
Kini, investasi itu berada di tangan Nanik S. Deyang (Ainur)





