Pasca Kebakaran Ban Bekas di Desa Bojongnangka, Gunung Putri, Bau Menyengat Dan Menyesakkan Masih tercium Dipagi Hari

0
96

JAKARTA (BOS)–Warga desa Bojongnangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor kembali mencium bau menyengat yang ditimbulkan akibat kebakaran yang terjadi di lahan ban bekas di Desa Bojongnangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pukul 18.00 WIB pada Senin 19 April 2021 yang silam, masih terus dirasakan.

Hingga hari keempat pasca kebakaran ban bekas tersebut, masih saja tercium bau menyengat yang menyesakkan pernapasan. Warga pun meminta pihak Kelurahan dan pejabat pemerintah setempat untuk bertindak tegas melarang pembakaran maupun pengepulan ban bekas diwilayah padat penduduk. Apalagi, wilayah Bojongnangka, banyak perumahan warga

“Polusinya bahaya sekali. Baunya menyengat saat pagi hari. Terus debunya bikin lantai kotor Hitam-hitam. Kades dan polisi harus melarang pabrik atau pengepul ban bekas yang selama ijin membakar ban bekasnya diwilayah padat penduduk. Kasihan warga yang terkena dampak kebakaran ini,”kata seorang warga desa Bojongnangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor yang tidak mau disebutkan namanya, Kamis (23/04).

Hal senada juga dilontarkan AM seorang ibu rumah tangga yang menguatirkan bau menyengat tersebut berdampak pada paru-paru alias bisa menyebabkan penyakit sesak. Apalagi, bau menyengat tersebut masih terus tercium hingga hari keempat.

“Baunya menyengatkan sekali. Mohon ada tindakan tegas doong. Kalau dibiarkan, nanti kalau anak-anak kami sakit, siapa yang bertanggungjawab,”ketusnya,

Sementara itu, terkait bau menyengat akibat ban bekas terbakar, meski telah memasuki hari keempat, Komandan Sektor Pemadam Kebakaran Cileungsi Hendra Kurniawan, mengatakan pihaknya masih terus melakukan pendinginan.

“Kita masih mengurai bahan baku yang terbakar. Pakai beko, semprot, pakai beko semprot gitu. Masih banyak titik api di bawahnyaMasih proses pendinginan, bahan yang terbakar setinggi 4 meter di area 1 hektare kadang membuat api kembali menyala di beberapa titik,”ujar seperti dikutip dari Beritasatu, Rabu (21/04) sore.

Selain lokasi penampungan ban bekas yang berada di Jalan Raya Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor yang terbakar hebat itu, masih banyak ditempat lain, tempat penampungan ban bekas berada dilokasi padat penduduk. Lebih dari tiga lokasi. terlihat ribuan ban bekas yang ditumpukan dibeberapa halaman. Bahkan ada juga yang berada diruangan terbuka yang kerap dilalui masyarakat diwilayah tersebut.

Jika angin bertiup kencang, Bau ban bekas tersebut tercium hidung. Dikuatirkan jika dibiarkan tanpa mekanisme yang tepat, kejadian tersebut bakalan terulang kembali. Kadang-kadang, para pengepul membakar ban bekas tersebut disiang hari. Hal ini tentunya bisa berdampak polusi bagi lingkungan. Sudah selayaknya, pejabat setempat menindak tegas.

Seperti diketahui kebakaran hebat terjadi di tempat penampungan ban bekas di Jalan Raya Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor sejak pukul 18.00 WIB pada Senin 19 April 2021. Diduga sumber api berasal dari sambaran petir ke pohon kemudian merambat ke tumpukan ban bekas. Api melumat tumpukan ban bekas yang mencapai tinggi 3-4 meter dengan luas lebih dari 1 hektare (ANT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here