Kajati Sumsel Tetapkan Alex Noerdin Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Masjid Sriwijaya

oleh -30 views
Mantan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin tiba di gedung Bundar Kejaksaan Agung.

Beritaobserver.Com–Mantan gubernur Sumatera Selatan periode tahun 2008-2013 dan periode tahun 2013-2018, Alex Noerdin kembali tersandung kasus dugaan korupsi Pemberian Dana Hibah dari Dana APBD Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015 dan 2017 Kepada Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya Palembang dalam Pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang.

Sebelumnya penyidik Kejagung yang menyematkan status tersangka kepada Alex Noerdin, kali ini Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan yang dipimpin, M Rum tidak tinggal diam melekatkan predikat tersangka dugaan korupsi kepada mantan calon gubernur DKI Jakarta pada 2013 yang silam.

“Selain AN, Kejati Sumsel juga menetapkan MM dan LPLT tersangka, “ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (23/09).

Mantan wakil kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat menjelaskan AN ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Nomor: PRINT-01 / L.6 / Fd.1 /01 / 2021 tanggal 22 Januari 2021 jo. Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Nomor: PRINT-14 / L.6 / Fd.1 / 09 / 2021 tanggal 22 September 2021 dan Surat Penetapan Tersangka Nomor: TAP-11/L.6/fd.1/09/2021 tanggal 22 September 2021.

Selain Alex, Kapsupenkum mengatakan, penyidik Kejati Sumsel juga menetapkan Mantan Bendahara Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya Palembang, MM sebagai sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Nomor: PRINT-01 / L.6 / Fd.1 /01 / 2021 tanggal 22 Januari 2021 jo. Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Nomor: PRINT-15 / L.6 / Fd.1 / 09 / 2021 tanggal 22 September 2021 dan Surat Penetapan Tersangka Nomor: TAP-12/L.6/fd.1/09/2021 tanggal 22 September 2021.

Kemudian Pegawai Negeri Sipil (PNS), LPLT ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Nomor: PRINT-01 / L.6 / Fd.1 /01 / 2021 tanggal 22 Januari 2021 jo. Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Nomor: PRINT-16 / L.6 / Fd.1 / 09 / 2021 tanggal 22 September 2021 dan Surat Penetapan Tersangka Nomor: TAP-13/L.6/fd.1/09/2021 tanggal 22 September 2021.ungkapnya.

Dalam kasus ini Leo membeberkan kasus posisi perkara ketiga tersangka, bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah menyalurkan Dana Hibah kepada Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya Palembang guna pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang dengan rincian sebagai berikut : Pertama. Pada tahun 2015 dengan menggunakan Dana APBD Tahun 2015 menyalurkan dana Hibah sebesar Rp 50 Miliar, dan yang Kedua pada tahun 2017 dengan menggunakan Dana APBD Tahun 2017 sebesar Rp 80 Miliar.

Adapun dalam penganggaran Dana Hibah tersebut tidak sesuai dengan prosedur sebagaimana dalam Peraturan Perundang-undangan diantaranya tidak didahului dengan pengajuan proposal dari pihak Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya sebagai penerima Dana Hibah dan hanya berdasarkan Perintah AN selaku Gubernur Sumatera Selatan.

Selanjutnya Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya tersebut tidak beralamat di Palembang melainkan beralamatkan di Jakarta. Dan lahan pembangunan masjid tersebut semula dinyatakan sepenuhnya aset Pemprov, namun kenyataanya sebagian adalah milik masyarakat. Meski dana pembangunan telah dicairkan namun pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang tersebut tidak selesai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *