Kejati Jabar Jebloskan Mantan Kacab PT Berdikari Insurance Ke Rutan Polrestabes Bandung

oleh -51 views

Beritaobserver.com–Tindakan tegas langsung dilakukan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Asep Nana Mulyana, menjebloskan mantan Kepala Cabang (Kacab) PT Berdikari Insurance Cabang Bandung MT tersangka kasus dugaan korupsi Kegiatan Pelaksanaan Penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kawasan Taman Alun-Alun Kabupaten Indramayu, Tahun Anggaran 2019 ke rumah tahanan Negara (Rutan) Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung selama 20 hari kedepan

“Penahanan terhadap tersangka MT berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Nomor: Print-968/M.2/Fd.1/09/2021 tanggal 28 September 2021, yang diduga melakukan perbuatan melawan hukum yaitu mark up dalam pembayaran premi asuransi sehingga mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar Rp 2,8 milyar,”kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, di Jakarta, Kamis (30/09)

Kapusepnekum Kejagung yang akrab dipanggil Leo menjelaskan, sebelum ditetapkan sebagai tersangka, MT menjalani pemeriksaan sebagai Tersangka di Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dan selanjutnya dilakukan penahanan pada Tingkat Penyidikan selama 20 hari ke depan terhitung mulai tanggal 28 September 2021 s/d 17 Oktober 2021.

“Tersangka dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung, berdasarkan Surat Perintah Penahanan (tingkat Penyidikan) T-2 Nomor: Print-970/M.2.1/Fd.1/09/2021 tanggal 28 September 2021 dengan dasar penahanan yaitu Pasal 21 ayat (1) KUHAP,”ujarnya.

Terkait kronologis kasus tersebut, Leo membeberkan bahwa kasus tindak pidana korupsi penyimpangan dalam penggunaan keuangan secara tidak sah di PT Pos Finansial Indonesia selaku anak perusahaan dari PT Pos Indonesia Tahun 2018 s/d 2020. EPenyimpangan penggunaan keuangan yang dilakukan oleh Direktur PT. POSFIN ( S) , Manager Keuangan dan Akutansi PT. POSFIN RDC sekurang-kurangnya sebesar Rp 52.612.200.000,-

Selanjutnya uang tersebut digunakan antara lain untuk pembayaran premi sertifikat penjaminan pembayaran kepada PT Berdikari Insurance melalui Brooker PT Caraka Mulia yang ternyata dimark-up dan dibatalkan oleh PT Berdikari Insurance sebesar Rp 2.812.800.000

Kemudian pembayaran Premi Asuransi penjaminan untuk tertanggung PT Biometrik Kharisma Utama (PT BKU) atas proyek kerjasama antara PT BKU dengan PT Posfin yang pembayarannya dibebankan pada PT Posfin dan dimark-up sebesar Rp 2,8 milyar. Melalui Broker Asuransi PT Caraka Mulia sebesar Rp 2,8 milyar dan selanjutnya oleh Kepala Cabang PT Caraka Mulia ditransfer ke rekening pribadi Tersangka M.T dan 2 orang rekannya dari PT Berdikari Insurance sebesar Rp 871.000.000

“Tetapi yang disetorkan oleh Tersangka sebagai premi resmi ke rekening PT Berdikari Insurance hanya sebesar Rp 391.000.000.Sisa uang dari Rp 2,8 milyar yang dikeluarkan PT POSFIN tersebut setelah dikurangi premi resmi yang diterima PT Berdikari dibagi-bagi oleh beberapa orang termasuk Tersangka M.T yang mendapat bagian sebesar + Rp 260 juta dan Tersangka RDC mendapat bagian Rp 222 juta,”tegasnya

Atas perbuatannya Tersangka dijerat pasal sangkaan yakni Pasal 2 Ayat (1), Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP (TON)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *