Kejagung Periksa Mantan Fund Manager PT OSO Terkait Kasus Dugaan Korupsi Asabri

oleh -827 views

Beritaobserver.Com–Tim jaksa penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung, memeriksa SA selaku mantan Fund Manager PT OSO Manajemen Investasi sebagai saksi kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dan dana Investasi oleh PT. Asabri (Persero) pada beberapa perusahaan periode tahun 2012 s/d 2019.

“SA selaku Mantan Fund Manager PT OSO Manajemen Investasi, diperiksa terkait Saham SUGI dan BCIP di Reksadana atas nama Tersangka ES,”kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leornad Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Rabu (02/11)

Selain SA, bebebr Kapuspenkum Kejagung, tim penyidik yang bermarkas di gedung bundar, Kejagung, Jakarta Selatan, memeriksa MW selaku Nominee Tersangka B.

“Yang bersangkutan diperiksa terkait terkait Saham SIAP atas nama Tersangka ESS,”tukasnya

Leornad membeberkan pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi di PT. ASABRI (Persero).

“Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan mengikuti secara ketat protokol kesehatan antara lain dengan menerapkan 3M,”pungkasnya.

Seperti diketahui dalam kasus dugaan korupsi PT Asabri, Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan 10 tersangka korporasi dari unsur manajer investasi (MI) dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi PT ASABRI (Persero).

Adapun 10 tersangka korporasi yang dijerat penyidik berinisial PT IIM; PT MCM; PT PAAM; PT RAM; PT VAM; PT ARK; PT OMK; PT MAM; PT AAM; dan PT CC.

Seemntara dalam kasus serupa, Kejagung juga telah menetapkan mantan Dirut Asabri Adam Damiri, Sonny Widjaja, Heru Hidayat, dan Benny Tjokrosaputro atau Benny Tjokro, mantan Kepala Divisi Investasi Asabri Ilham Siregar (meninggal dunia), Dirut Prima Jaringan Lukman Purnomosidi, mantan Kepala Divisi Keuangan dan Investasi Asabri Bachtiar Effendi, mantan Direktur Investasi dan Keuangan Hari Setiono, dan Direktur Jakarta Emiten Investor Relation, Jimmy Sutopo (TON).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *