Dugaan Korupsi Pesawat, Kejagung Periksa Dirut PT Garuda Indonesia

oleh -58 views

Beritaobserver.Com, Jakarta–Tim Jaksa penyidik pidana Khusus Kejaksaan Agung melakukan pemeriksaan terhadap Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia (persero) Tbk berinisial IS sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat udara PT. Garuda Indonesia (persero) Tbk, anggaran tahun 2011-2021.

“IS selaku Direktur Utama PT Garuda Indonesia (persero) Tbk, diperiksa terkait penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan pesawat udara pada PT Garuda Indonesia (persero) Tbk tahun 2011- 2021,”kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Senin (08/08)

Kapuspenkum Kejagung yang akrab disapa Ketut menegaskan selain IS, penyidik Pidsus yang bermarkas di gedung bundar, juga memeriksa dua pejabat PT Garuda Indonesia sebagai saksi, yakni CT selaku Komisaris PT Garuda Indonesia (persero) Tbk dan IA selaku Vice President Corporate Secretary PT Garuda Indonesia (persero) Tbk. Tahun 2009-2015.

“Ketiga saksi diperiksa untuk Tersangka SA, AB, ES, dan Tersangka SS,”ujarnya.

Ketut menegaskan ketiga saksi dimintai keterangannya sebagai saksi untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan perkara yang ditaksir merugikan keuangan negara mencapai Rp 8,8 triliun.

Dimana kerugian tersebut akibat pengadaan pesawat CRJ-1000 dan pengambilalihan pesawat ATR 72-600 yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip pengadaan BUMN. Diduga para tersangka tidak menerapkan prinsip business judgment rule, sehingga mengakibatkan performance pesawat selalu mengalami kerugian saat dioperasikan.

Dalam kasus ini, Kejagung menetapkan tersangka lain, yaitu Vice President Strategic Management PT Garuda Indonesia periode 2011-2012, Setijo Awibowo, Executive Project Manager Aircraft Delivery Garuda Indonesia periode 2009-2014, Agus Wahjudo, dan VP Vice President Treasury Management Garuda Indonesia periode 2005-2012 Albert Burhan

Tidak lama kemudian, penyidik Pidsus juga menetapkan tersangka baru, yakni Emirsyah Satar dan Soetikno Soedarjo sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan pesawat CRJ-1000 dan ATR 72-600 di Garuda Indonesia. Kedua tersangka disangka melanggar Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (TONI)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *