Udara Jakarta Membaik! Pemprov DKI Catat Polutan Turun di 5 Wilayah Saat JRF 2026

oleh -205 views
Suasana Kota Jakarta. (Foto: Beritajakarta.id)

BeritaObserver.Com, Jakarta–Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat adanya perbaikan kualitas udara di Ibu Kota pada hari pertama Jakarta Running Festival (JRF) 2026, Sabtu (24/10/2026).

Berdasarkan pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta melalui Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU), konsentrasi polutan PM2.5, PM10, dan sulfur dioksida (SO2) cenderung menurun di lima wilayah Jakarta, terutama pada pukul 04.00 – 07.00 WIB.

Kepala DLH DKI Jakarta Dudi Gardesi mengatakan, penurunan paling signifikan terjadi di Jakarta Selatan dan Jakarta Utara.

“Di Jakarta Selatan, konsentrasi PM2,5 berada pada kisaran 12–32 mikrogram per meter kubik, jauh di bawah ambang baku mutu 55 mikrogram. Di Jakarta Utara bahkan turun hingga 9-17 mikrogram,” kata Dudi dalam keterangannya, dikutip Minggu (25/10/2026).

Tren penurunan juga terpantau di Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat dengan kisaran 12–43 mikrogram per meter kubik.

Dudi menjelaskan, perbaikan kualitas udara ini tak lepas dari Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan penyemprotan water mist yang gencar dilakukan Pemprov DKI bersama BMKG.

“Pemantauan SPKU menunjukkan kecenderungan penurunan konsentrasi polutan di lima wilayah Jakarta pada Sabtu pagi. Kondisi ini dapat dipengaruhi berbagai faktor meteorologi, termasuk kemungkinan kontribusi OMC. Namun, diperlukan analisis lanjutan,” jelas Dudi.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat mengatakan, OMC sengaja digelar untuk mendukung kenyamanan 37.000 peserta JRF 2026 dari 48 negara.

BPBD mencatat telah melaksanakan empat sorti penerbangan OMC pada 21–23 Oktober 2026 menggunakan pesawat PK-SNH dengan menyemai 4 ton garam NaCl.

“Operasi ini untuk mengoptimalkan potensi hujan sekaligus mendukung kenyamanan masyarakat selama JRF 2026. Hujan membantu membersihkan partikulat di atmosfer melalui deposisi basah,” ujar Marulitua.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya juga memerintahkan agar OMC terus dilanjutkan hingga Sabtu (24/10/2026) untuk menekan polusi, di tengah indeks AQI Jakarta yang sempat menyentuh 155 kategori tidak sehat.

BMKG menegaskan, OMC merupakan bagian dari sinergi mitigasi bencana hidrometeorologi dan pengendalian pencemaran udara, dengan pemantauan kualitas udara kini bisa diakses masyarakat lewat aplikasi JAKI. (Ainur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *