Niat Tulus, Pengacara Senior Palmer Situmorang Kembalikan Marwah AAI

oleh -2,032 views
Pengacara senior, Palmer Situmorang

Beritaobserver.Com–Terpanggil untuk memperbaiki marwah Asosiasi Advokat Indonesia (AAI), pengacara senior selaku pendiri dan pengusul nama organisasi tersebut, Palmer Sitomorang bersedia mengikuti proses pemilihan pemilihan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) periode baru, 2021-2026 yang akan digelar dalam waktu dekat.

Palmer Situmorang yang dikenal sebagai pengacara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), maju sebagai kandidat Ketua Umum AAI bersama, Efran Helmi Juni dan Dr. Hendri Donal sebagai ketua dan Sekjen AAI mendeklarasikan dengan nama PHD

“Saya terpanggil untuk mengikuti pencalonan Ketua Umum Asosiasi Advokat Indonesia (AAI), untuk memulihkan, menyelamatkan marwah dan martabat AAI,”kata Palmer Situmorang dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Minggu (06/02)

Palmer Situmorang yang beristrikan Anita Le boru Siagian menegaskan, keberadaan profesi Advokat diatur dalam UU 45 menyatakan Indonesia sebagai negara hukum. Salah satu ciri negara hukum, yakni keadilan harus dijalankan dengan baik dan benar.

“Karena itu, advokat harus hadir sebagai penegak hukum, namun pelaksanaannya tidak atau belum diperlakukan sebagaimana penegak hukum lainnya, sebagaimana penegak hukum lainnya, yakni hakim, jaksa dan polisi. Advokat hanya dipandang biasa ketika menjalankan profesinya,”kata Palmer.

Apalagi singgung Palmer Situmorang, saat ini organisasi advokat, tercerai berai alias banyak organisasi advokat.

“AAI harus hadir sebagai pionir. Tidak cukup organisasinya saja yang bergerak, tetapi tokohnya juga harus mampu memperlihatkan kemampuannya, untuk memimpin, mempersatukan, mengajak, paling tidak memperjuangkan AAI sebagai penegak hukum yang disegani,”tukasnya.

Keberadaan AAI, kata Palmer, pada awal dianggap sebagai organisasi advokat yang dikenal berpengaruh di tanah air. Namun, 5-10 tahun kemudian, organisasi tersebut mulai menurun.

“Seharusnya AAI lebih baik, menjadi pioner, memanfaatkan pengalaman kemapanan. Dulu AAI sebagai organisasi pengacara 2 terbesar. Diperlukan sosok pemimpin yang profesional, memiliki visi dan misi yang jelas. dan mampu memberikan perlindungan bagi anggotanya ketika menjalankan profesinya. Selain itu seorang pemimpin harus berjiwa besar dan bukan nyambi,”sindirnya

AAI tercatat sebagai salah satu dari 8 organisasi pengacara yang mendirikan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) di Indonesia.

“Saya selaku pendiri, pengusul nama, dan ikut membiayai berdirinya AAI. Saya siap membenahi dan mengembalikan nama AAI sebagai organisasi advokat yang mumpuni. Syukur kalau bisa ditingkatkan. Saya akan bangkitkan AAI. Misi ini adalah tugas mulia, yang tentunya harus mendapatkan dukungan dari anggotanya,”kata Palmer Situmorang

Terkait kebangkitan AAI, Palmer mengatakan tergantung kepada anggotanya. Karena anggota AAI yang memegang kedaulatan tertinggi.

“Seorang pemimpin harus memiliki jaringan, manajerial, leadership, berjiwa besar itulah yang akan membuat anggota AAI bangga.  AAI bukan hanya diam, fakum, bahkan merosot, tetapi harus bangkit dan bisa membanggakan anggotanya,”bebernya.

Karena itu, Palmer berjanji jika kelak terpilih akan menggunakan jaringan dan pengalamannya, untuk menjadikan AAI sebagai organisasi yang disegani dan menjadi panutan dan acuan.

“Karena itu harus memiliki jaringan dan leadership. Save AAI. Saya berjanji akan mengembalikan kejayan AAI,” tukasnya

POSBAKUM

Palmer menambahkan, PHD akan bekerjasama dengan kementerian kehakiman terkait kontribusi advokat AAI agar memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma alias gratis di Pos bantuan hukum (Posbakum) diseluruh pengadilan di Indonesia.

“Saya mengajak seluruh anggota AAI, untuk memberikan pelayanan hukum gratis kepada masyarakat yang kurang mampu, sekaligus tempat pengkaderan magang kaum millennial lulusan PKPA, agar menjadi pengacara handal dan bermartabat. Mereka sudah bayar Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) dengan biaya tinggi, tetapi tidak faham bagaimana beracara. Mari kita gunakan kesempatan berharga itu demi kebaikan,”tukasnya

Dia pun membeberkan sebelum menjadi pengacara presiden SBY, dia pernah magang Posbakum Jakarta Timur sejak 1980. Saat itu, sambungnya, dia diasuh oleh pengacara ternama Denny Kailimang,

“PHD jelas menawarkan yang diperlukan, yaitu perubahan dan penyelamatan, memulihkan martabat AAI, dimana anggotanya bangga dan punya harga diri,”pungkasnya

Rencananya dalam waktu dekat, Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) di Bandung. Munas yang telah diselenggarakan keenam kalinya ini memiliki salah satu agenda penting, yakni pemilihan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) periode baru, 2021-2026 (REN).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *