Sekjen, Wawasan Kebangsaan Kunci Toleransi dan Nasionalisme

0
88

TANGERANG (BOS)–Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nizar mengatakan, wawasan kebangsaan merupakan slaah satu kunci terwujudnya toleransi dan nasionalisme. Hal tersebut dikatakan Sekjen saat menyampaian pembekalan pada Pelatihan Fasilitator Moderasi Beragama Bagi Pimpinan Angkatan III Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Kegamaan Balitbang Diklat Kemenag di Serpong Tangerang Selatan.

“Wawasan kebangsaan menjadi kunci penguatan kebhinekaan, toleransi, dan nasionalisme di tengah era tantangan disrupsi dan globalisasi peradaban,”kata Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nizar dikutid dari laman https://www.kemenag.go.id/, Jumat (03/06).

Mengutip pandangan Prof. Dr. Muladi, Nizar mengungkapkan, wawasan kebangsaan adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungan, mengutamakan kesatuan dan persatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Memperkuat wawasan kebangsaan khususnya di kalangan generasi muda adalah tugas tugas bersama,” ujar Sekjen.

Pelatihan Fasilitator Moderasi Beragama untuk pertama kali diselenggarakan Pusdiklat Teknis dan Keagamaan di Medan, Sumatera Utara Maret 2021. Kapus Diklat Imam Syafei’ mengatakan, penyelenggaraan TOT ini agar para peserta sesampainya di tempat kerja masing-masing bisa menyampaikan materi ini secara langsung. Baik di lingkungan pendidikan, kantor Kemenag Kab/Kota, KUA, maupun masyarakat.

Imam menjelaskan pelatihan bagi fasilitator ini penting diberikan kepada ASN Kemenag, mengingat Moderasi Beragama telah masuk ke dalam RPJMN 2020-2024. Saat ini, Pokja Moderasi Beragama Kemenag pun sedang menyiapkan Peraturan Presiden dan Peta Jalan Moderasi Beragama.

“Sebagai leading sector Moderasi Beragama, nantinya Kemenag berkewajiban untuk menyampaikan materi ini kepada Kementerian/Lembaga lain,” tutur Imam.

“Karenanya Kementerian Agama harus memulai terlebih dahulu, terutama untuk ASN,” lanjutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here