Terpidana Buronan Kasus Korupsi Bank Mandiri Rp120 M Tak Berkutik Ditangkap Tim Tabur

oleh -43 views

Beritaobserver.Com– Satu lagi terpidana buronan kasus korupsi pada PT. Bank Mandiri Cabang Prapatan Jakarta Pusat yang merugikan keuangan negara sebesar Rp. 120 miliar, Harianto Brasali, tidak berkutik ditangkap Tim Tabur Kejaksaan Agung bersama Tim Tabur Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat Selasa (28/09)

“Harianto Brasali diamankan di Cluster Gunung Raya Kav 17, Cireundeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan,”kata kepala Pusat Penerangan Hukumkjaksaan Agung, Leornad Eben Ezer Simanjuntak di Jakarta, Selasa (28/09)

Menurut Kapuspenkum Kejagung dalam kasus ini Harianto bersama-sama dengan kawan-kawan melakukan, turut serta melakukan atau menyuruh melakukan, secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara yaitu PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan sebesar Rp. 120.000.000.000, atau sekitar jumlah tersebut.

Dalam persidangan, sambung Leo, Harianto yang diketahui tinggal di Jalan Setia Budi II/28 Jakarta Selatan dihukum bersalah berdasarkan Putusan MA RI Nomor : 1558K/PID/2005 tanggal 27 Maret 2006, Terpidana melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana

“Menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 5 tahun dan denda sebesar Rp.300.000.000,-dan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan,”beber Leo

Sebelum dieksekusi ke jeruji penjara, Harianto melarikan diri. Tidak ingin kehilangan buruannya, Jaksa Eksekutor Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta lansgung memasukkan namanya dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Hingga akhirnya  sang buron tidak berkutik ditangkap tim Tabur Kejaksaan.

Leo menghimbau melalui program Tabur untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan (REN)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *