Kontak Tembak di Nduga Papua: 2 Anggota KKB Tewas, TNI Sita Uang Rp88 Juta dan Senjata

oleh -49 views
Sejumlah barang yang disita dari KKB, antara lain dua pucuk senapan angin, busur dan anak panah, senjata tajam, 18 unit telepon seluler, perangkat komunikasi HT, dokumen, atribut kelompok, serta uang tunai Rp88 juta. (Foto: Koops TNI Habema)

BeritaObserver.Com, Nduga–Dua orang yang diduga anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tewas dalam kontak tembak dengan aparat gabungan TNI. Insiden baku tembak tersebut pecah di sekitar Kampung Nonggoloit, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, pada Jumat (23/10).

Panglima Komando Operasi (Pangkoops) TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, menjelaskan bahwa peristiwa ini bermula ketika personel Satgas Rajawali VI Den 1 Koops TNI Habema tengah melaksanakan patroli kewilayahan.

“Dari laporan yang diterima terungkap kontak tembak terjadi saat tim patroli wilayah menindaklanjuti informasi mengenai keberadaan KKB di sekitar permukiman masyarakat. Saat dilakukan pemeriksaan, kelompok tersebut dilaporkan melepaskan tembakan ke arah aparat sehingga terjadi baku tembak,”ujar Brigjen TNI Riyanto di Jayapura, Sabtu (23/10).

Akibat kontak tembak dengan kelompok bersenjata KKB Kodap III/Ndugama-Nderakma tersebut, dua orang terduga anggota KKB tewas di lokasi kejadian, sementara rekan-rekan mereka melarikan diri ke dalam hutan.

Hingga saat ini, identitas kedua korban masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Selain melumpuhkan dua pelaku, prajurit TNI di lapangan juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting. Mulai dari

2 pucuk senapan angin, Busur dan anak panah dan Uang tunai senilai Rp88 juta.

Brigjen TNI Riyanto menegaskan bahwa seluruh tindakan yang diambil oleh prajurit di lapangan dilakukan secara selektif, terukur, dan profesional. Ia memastikan aturan pelibatan tetap dikedepankan dengan menjadikan keselamatan masyarakat sipil sebagai prioritas utama.

Menyikapi insiden ini, Koops TNI Habema kembali mengimbau seluruh pihak untuk meninggalkan aksi kekerasan yang hanya akan membawa kerugian dan berhadapan langsung dengan aparat keamanan.

“Kepada saudara-saudara kita yang masih berada di hutan dan pegunungan, jalan untuk kembali kepada keluarga dan masyarakat tetap terbuka. Hentikan kekerasan dan bersama-sama membangun kehidupan yang lebih baik bagi generasi Papua,” pungkasnya. (Ainur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *