Kepala Bakom Tekankan Pembangunan Karakter Jadi Kunci Cetak Generasi Muda Tangguh Masa Depan

oleh -38 views
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan. (Foto: Bakom RI)

BeritaObserver.Com, Jakarta–Pembangunan karakter menjadi fondasi utama dalam menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi masa depan. Hal ini disampaikan dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan menegaskan bahwa kemajuan bangsa tidak bisa hanya bertumpu pada pembangunan fisik, kecanggihan teknologi, maupun kelimpahan sumber daya alam. Kemajuan sejati harus dimulai dari kualitas manusia itu sendiri.

“Negara menempatkan karakter anak muda sebagai titik awal kemajuan,” kataSyahganda Nainggolan, Kamis (29/10).

Generasi muda Indonesia, sebagai penerus estafet perjuangan bangsa, harus dibekali dengan karakter yang kuat. Tiga nilai utama yang ditekankan yakni patriotik, gigih, dan berempati.

Sikap patriotik tidak cukup hanya diucapkan sebagai slogan. Nilai itu harus diwujudkan melalui pengabdian, tindakan nyata, dan kecintaan terhadap tanah air dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, sikap gigih tercermin dari semangat pantang menyerah. Generasi muda dituntut untuk mampu bangkit saat menghadapi kesulitan, tidak mudah putus asa ketika mengalami kegagalan, serta terus berusaha memberikan yang terbaik bagi bangsa.

Nilai ketiga yakni empati menjadi landasan penting dalam kehidupan sosial. Generasi muda diharapkan tidak hanya fokus pada keberhasilan pribadi, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap persoalan di sekitarnya dan mau hadir membantu sesama yang membutuhkan.

“Dengan kombinasi tiga karakter tersebut, pemuda Indonesia diharapkan mampu menjadi jembatan perubahan yang menghubungkan nilai perjuangan masa lalu dengan cita-cita Indonesia maju di masa depan,” ungkapnya.

Pembinaan karakter ini tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan keterlibatan keluarga, lembaga pendidikan, hingga lingkungan sosial agar tumbuh selaras dan berkesinambungan.

Jika pembangunan karakter ini berhasil ditanamkan sejak dini, Indonesia akan memiliki generasi penerus yang tidak hanya unggul secara intelektual dan fisik, tetapi juga kuat secara mental, berintegritas, dan peduli terhadap kemanusiaan. (Ainur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *