Salut! Kejari Jakarta Selatan Tuntut Hukuman Mati 3 Pelaku Kasus Dugaan Narkotika

0
23

JAKARTA (BOS)–Jangan coba-coba berani mengunakan narkotika diwilyah Jakarta Selatan. Jika melanggar, siap-siap anda dituntut hukuman mati, minimal seumur hidup.

Tindakan tegas tersebut diperlihatkan, Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, terhadap para pelaku kejahatan narkotika diwilayah Jakarta Selatan. Tidak tanggung-tanggung 3 orang terdakwa kasus penyalahgunaan obat terlarang tersebut dituntut mati dan dikabulkan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Ya, untuk tahun 2020 ini kami telah menuntut hukuman mati dan seumur hidup kepada para terdakwa kasus penyalahgunaan narkotika,”kata Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Anang Supriatna saat dihubungi, Kamis (19/11).

Jaksa yang pernah berkarir di Komisi Pemberantasan Korupsi selama 6 tahun ini, menegaskan tuntutan mati dan seumur hidup itu kepada para pelaku kejahatan narkotika, dilakukan lantaran perbuatan para pelaku yang mengakibatkan kematian kepada para pengunanya, minimal rusaknya masa depan mereka akibat mengunakan barang terlarang tersebut.

Bukan hanya korban penguna saja yang rusak, sambungnya, keluarga para korban juga banyak dirugikan, baik materi maupun nama baik keluarga.

“Kasihan keluarga korban yang menjadi penguna narkotika. Karena itu, tuntutan mati ataupun seumur hidup ini, kami terapkan agar menjadi efek jera,”ujar pria mantan ketua Adhyaksa Monotoring Center yang bertugas menangkap kembali para buronan berbagai kasus tindak pidana.

Anang Supriatna yang berhasil membawa Kejari Jakarta Selatan meraih zona Integritas WBK dan WBBM serta mewakili satu-satunya institusi Kejaksaan mengikuti lomba pelayanan publik, mengungkapkan 3 terdakwa yang dituntut mati dan dikabulkan majelis hakim adalah, M IR alias Chek, HG alias R, TY alias Abok. Sementara, 1 terdakwa lainnya yang dituntut seumur hidup, WH alias S. Namun dalam putusan hakim, WH divonis 18 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.

Para terpidana mati dan seumur hidup, saat ini masih melakukan upaya hukum kasasi. Dalam persidangan para terdakwa didakwa dengan pasal primair pasal 114 (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP subsidair pasal 112 (2) UURI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Kami menghimbau kepada anak-anak muda, jauhilah pengunaan obat terlarang. Jangan mau tergoda bujuk rayu untuk memakai barang terlarang itu, kasihan orangtuamu dan dirimu sendiri. Selagi masih muda, gunakan waktumu sebaik-baiknya demi masa depanmu. Sekali lagi jauhilah narkotika,”pungkas Anang (REN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here