Kasus Dugaan Korupsi Asabri, Kejagung Korek Keterangan 8 Saksi

oleh -45 views

Beritaobserver.Com–Penyidik pidana khusus kejaksaan Agung memeriksa 8 saksi 4 daintaranya menjabat sebagai direktur dari berbagai perusahaan sebagai saksi kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dan dana Investasi oleh PT. Asabri (Persero) pada beberapa perusahaan periode tahun 2012 s/d 2019.

“Keempat direktur yang dimintai keterangannya sebagai saksi yakni Direktur PT Tanjungpinang Sakti berinisial BW, ST selaku Direktur PT. Trimegah Sekuritas, D selaku Direktur PT. OCBC Sekuritas Indonesia dan BHS selaku Direktur Buana Capital Sekuritas,”kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leornad Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Selasa (05/10)

Kapuspenkum menegaskan para saksi diperiksa terkait pendalaman tersangka 10 Manajer Investasi (MI). Selain keempat Direktur, penyidik juga memeriksa 4 orang saksi lainnya.

Mereka yakni TJT selaku Head Dealer PT. Maybank Asset Management diperiksa terkait pengelolaan dana investasi di PT. ASABRI dengan Tersangka TT. Sementara 3 saksi lainya yakni JN selaku Head Equity PT. Royal Investium Sekuritas, W selaku Sales PT. Royal Investium Sekuritas dan JAL selaku Nominee dan JN selaku Head Equity PT. Royal Investium Sekuritas, diperiksa terkait pendalaman tersangka 10 Manajer Investasi (MI

Seperti diketahui dalam kasus ini, Penyidik Kejagung telah menetapkan tersangka 10 Manajer Investasi (MI) tersebut yaitu: Korporasi PT IIM, PT MCM, PT PAAM PT RAM, PT VAM, PT ARK, PT. OMI, PT MAM, PT AAM dan PT CC

Leo membeberkan penetapan para tersangka terhadap perusahaan manajer investasi (MI) dilakukan berdasarkan gelar perkara (ekspose) yang diketahui dari hasil pemeriksaan terhadap pengurus manager investasi telah menemukan fakta reksa dana yang dikelola oleh MI yang pada pokoknya tidak dilakukan secara profesional. Selain tidak dilakukan secara profesional, pengelolaan dana juga tidak independen karena dikendalikan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan pihak pengendali tersebut, sehingga mengakibatkan kerugian keuangan negara yang digunakan oleh MI.

Perbuatan MI tersebut bertentangan dengan ketentuan peraturan tentang pasar modal dan fungsi-fungsi manajer Investasi serta peraturan lainnya yang terkait, dan mengakibatkan kerugian keuangan negara pada Asabri sebesar Rp 22.788.566.482.083,00 atau Rp 22 triliun lebih.

Atas perbuatannya para tersangka dikenakan Pasal 2 jo. Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No.20/2001 tentang Perubahan Atas UU No.31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan Pasal 3 dan Pasal 4 UU No.8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (REN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *