Hasil Survey Masyarakat Mendukung Kejaksaan Bongkar Kasus Migor

oleh -45 views

“Mayoritas cukup atau sangat mendukung Kejaksaan Agung menuntaskan kasus korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak goreng tersebut,”kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, yang akrab disapa Muhtadi

Beritaobserver.Com–Kepuasan masyarakat Indonesia terhadap kinerja korps Adhyaksa saat ini mjlai mengalami peningkatan. Boleh dibilang masyarakat kembali menorehkan harapan jajaran pimpinan prof Sanitiar Burhanuddin lebih berani lagi dalam mengungkap kasus-kasus mega korupsi yang menggerus uang rakyat.

Terbaru penyidik Kejagung berhasil membongkar dugaan kasus korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak goreng (Migor) yang sempat membuat masyarakat kalang kabut mencari keberadaan Migor dipasaran.

Menurut Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Selasa (17/05), dari hasil survei yang dilakukannya, sejak tanggal 5 hingga 10 Mei 2022, dimana sebesar 62.3% masyarakat mendukung Kejagung menuntaskan kasus korupsi ekspor minyak goreng.

“Mayoritas cukup atau sangat mendukung Kejaksaan Agung menuntaskan kasus korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak goreng tersebut,”kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, yang akrab disapa Muhtadi

Muhtadi menegaskan, masyarakat meyakini jajaran penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung akan menuntaskan perkara korupsi pemberian ekspor minyak goreng yang melibatkan sejumlah pengusaha kelas kakap.

Pada April 2022, sebesar 52.1 persen masyarakat cukup yakin kepada Kejagung menuntutaskan kasus minyak goreng. Dan pada Mei 2022 mengalami kenaikan sebesar 59.1 persen.

“Mayoritas cukup atau sangat yakin Kejaksaan Agung akan menuntaskan kasus korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak goreng tersebut,”ujar Muhtadi.

Kemudian berdasarkan hasil survei pada April 2022, masyarakat telah percaya sebesar 57.2 persen bahwa kasus dugaan korupsi ekspor minyak goreng melibatkan para pengusaha. Dan pada Mei 2022 sebesar 55.3% masyarakat percaya bahwa kasus tersebut melibatkan pengusaha pengekspor minyak goreng.

“Mayoritas cukup/sangat percaya bahwa telah terjadi tindak pidana korupsi yang melibatkan pengusaha minyak goreng,”kata Muhtadi

Kelangkaan dan mahalnya minyak goreng di tanah air dalam beberapa waktu belakangan mengundang tanya dari banyak pihak tentang apa penyebabnya. Karena sifatnya yang masif dan menyangkut hajat hidup orang banyak. Bahkan banyak pihak juga mulai mempertanyakan dan menghubungkannya dengan kemampuan pemerintah Joko Widodo untuk mengatasi masalah tersebut.

“Pemerintah tampak seolah tak berdaya menanganinya, ditandai dengan berkepanjangannya kasus tersebut,”ketusnya

Apa yang dilakukan Kejaksaan dalam upaya mengungkap kasus kelangkaan minyak goreng. Kejaksaan Agung menetapkan empat tersangka, yang terdiri dari Dirjen Perdagangan Luar Negeri dan tiga pihak swasta.

“Langkah ini seakan menjadi secercah harapan tentang pengungkapan kasus inii,” tuturnya.

Dilain pihak, Jaksa Agung Prof Sanitiar Burhanuddin menyampaikan terima kasih atas kepercayaan masyarakat terhadap Kejaksaan RI dan tentunya tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan tersebut.

“Hasil survei tersebut tentunya akan dijadikan motivasi untuk berkinerja lebih baik sebagaimana harapan masyarakat,”ujar Jaksa Agung RI.

Ditegaskan Jaksa Agung, penanganan kasus korupsi dalam pemberian fasilitas ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan Turunannya pada bulan Januari 2021 sampai dengan Maret 2022 masih berlangsung dan sesuai tahap penanganan perkara pidana sebagaimana diatur dalam hukum acara pidana.

“Saat ini, tim penyidik telah melakukan perpanjangan penahanan Tersangka untuk 40 (empat puluh) hari ke depan. Selain itu penyidik juga terus memperkuat pembuktian dan upaya mencari aset para Tersangka untuk pengembalian kerugian keuangan negara dan atau perekonomian negara yang terjadi,”tegasnya.

Selaoin itu, tambahnya, penyidik secara konsisten melakukan koordinasi dengan instansi terkait dan pemeriksaan para ahli dengan harapan penyelesaian perkara tipikor berjalan lancar tanpa hambatan berarti

Seperti diketahui dalam kasus ini, penyidik Kejagung menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus yang menghebohkan masyarakat lantaran kelangkaan migor dipasaran.

Ketiga tersangka yakni eks Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag RI, Indrasari Wisnu Wardhana. Sementara dari pihak swasta yakni Senior Manager Corporate Affair Permata Hijau Group, Stanley MA, Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, Parulian Tumanggor; dan General Manager PT Musim Mas, Togar Sitanggang (REN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *