Dewas Putuskan Melanggar, MAKI Himbau Lili Pintauli Siregar Mundur Dari KPK

oleh -66 views
Kordinator LSM MAKI, Boyamin Saiman

Beritaobserver.Com–Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan Lili Pintauli Siregar bersalah melanggar kode etik berat. Atas perbuatanya Lili dikenai sanksi pemotongan gaji 40% selama 12 bulan.

Putusan Dewas ini sebagai sebuah proses yang telah dijalankan berdasar Undang Undang Nomor 19 tahun 2019 tentang Revisi UU KPK.

Menyingkapi putusan Dewas KPK, kordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman menyampaikan 5 sikap salah satunya, seharusnya dalam putusan tersebut wakil ketua KPK, Lili Pintauli Siregar diminta agar mengundurkan diri.

Berikut 5 pesan yang dituangkan MAKI dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Senin (30/8/2021)

1. Menghormati putusan Dewas KPK yang menyatakan Lili Pintauli Siregar bersalah melanggar kode etik berat dan sanksi pemotongan gaji 40% selama 12 bulan. Putusan Dewas ini sebagai sebuah proses yang telah dijalankan berdasar Undang Undang Nomor 19 tahun 2019 tentang Revisi UU KPK.

2. Putusan Dewas KPK dirasakan belum memenuhi rasa keadilan masyarakat karena semestinya sanksinya adalah Permintaan Mengundurkan Diri (bahasa awamnya: pemecatan)

3. MAKI meminta Lili Pintauli Siregar untuk mengundurkan diri dari Pimpinan KPK demi kebaikan KPK dan demi kebaikan pemberantasan korupsi serta demi kebaikan NKRI.

4. Pengunduran Diri Lili Pintauli Siregar adalah menjaga kehormatan KPK karena jika tidak mundur maka cacad/noda akibat perbuatannya yang akan selalu menyandera KPK sehingga akan kesulitan melakukan pemberantasan Korupsi.

5. Opsi melaporkan perkara ini ke Bareskrim berdasar dugaan perbuatan yang pasal 36 UU KPK masih dikaji berdasar putusan Dewas KPK yang baru saja dibacakan.

Seperti diketahui, wakil ketua KPK, Lili dilaporkan ke Dewas KPK atas dugaan pelanggaran kode etik karena memberi informasi mengenai perkembangan penanganan perkara di Tanjungbalai, Sumatera Utara  yang menyeret Wali Kota M. Syahrial (BAS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *